Wednesday, December 16, 2009

Alam Vs Kapitalisme

Alam Vs Kapitalisme

Kapitalisme adalah makhluk peliharaan manusia modern yang bermuka dua, satu sisi berupa pesona menjanjikan kenikmatan dan kepuasan, sisi lain menyembunyikan wajah ketamakan, kejam dan perusak. Pada awal zaman modernisasi, pesona kapitalisme memberikan kepuasan dan kenikmatan kepada manusia secara menakjubkan, tidak tampak ada persoalan dengan kelakuannyanya. Seiring dengan meningkatnya pesonanya, kapitalisme berlahan-lahan menampakkan rupa aslinya yakni keserakahan dan ketamakan. Makhluk kapitalisme melahap seluruh sumberdaya bumi untuk memberikan kesenangan dan kenikmatan kepada manusia. Kapitalisme selalu lapar dan haus, buas menelan dan menghisap sumberdaya bumi. Sifatnya tidak pernah puas walau seberapapun sumberdaya bumi ditelannya. Rasa kurang puas selalu menuntun perbuatanya.

Kapitalis juga berkembang biak. Bayi kapitalis memakan segalanya agar tumbuh meraksasa dan berkembang biak melahirkan bayi raksasa-raksasa lain sehingga alam semesta dikuasai oleh raksasa-raksasa kapitalis. Pada saatnya raksasa kapitalis yang lebih besar akan memangsa raksasa yang lebih lemah sehingga yang ada hanyalah monster raksasa-raksasa yang lebih raksasa dan paling monster.

Alam melawan keserakahan raksasa kapitalis dengan caranya sendiri. Raksasa kapitali harus selalu mengerahkan segala kemampuannya agar tetap setia memberikan kenikmatan dan kesenangan kepada manusia. Dalam perlawanannya, alam beradaftasi dengan mewujudkan malapetaka bagi manusia berupa bencana alam. Wabah penyakit misterius mematikan, badai menerjang tak tentu waktu dan tempat, laut menelan daratan, banjir longsor merobek rupa bumi, hutan hijau jadi gurun, limbah beracun dimana-mana, dan bumi memanas. Kenikmatan yang diberikan raksasa kapitalis pada akhirnya menuai penderitaan. Hanya segelintir manusia yang selalu lebih kapital dapat bertahan mereguh kenikmatan, manusia yang lebih banyak adalah korbannya.

Makhluk-makhluk asli dan awal mendiami bumi sudah banyak terlanjur punah, yang tersisapun menyusul punah satu demi satu. Manusia yang merasa sebagai makhluk paling cerdas berupaya beradaptasi dengan memodifikasi alam dan merekayasa spesies.. Tanah, air, laut, sungai, danau, gunung, udara, awan dan angin semuanya tidak dapat dikembalikan seperti semula. Pad akhirnya manusia akan kalah menantang alam semesta karena manusia adalah bagian dari alam itu sendiri. Manusia memunahkan spesiesnya sendiri, Lalu apakah makna keunggulan dan kecerdasan spesies manusia?

No comments:

Post a Comment